Fadilah Membaca Al-Qur’an

image

Kultum Oleh: KH. Hafiluddin

Para pemirsa LDII Tv yang kami hormati, pada bulan Ramadhan ini kita semua sudah memahami betapa besar kefadholan bulan Ramadhan. Rasulullah SAW pada bulan Ramadhan sangat mengepolkan, sangat semangat berbuat baik, beribadah, dan salah satu yang dikerjakan beliau adalah membaca Al-Qur’an.

 

 

 

Dimana setiap malam malaikat Jibril datang pada Nabi, Nabi membaca Al-Qur’an dan disimak oleh Malaikat Jibril. Orang yang selalu membaca Al-Qur’an, ada jaminan dari Allah.

Seperti diterangkan dalam firmanNya: ”Orang-orang yang membaca kitab Allah mau menegakkan sholat, mau menginfakkan sebagian harta yang diberikan oleh Allah pada mereka, baik secara samar/sembunyi-sembunyi, ataupun dengan cara terang-terangan maka mereka akan mendapatkan dagangan yang tidak akan rusak (Artinya mereka akan mendapat pahala surga disisi Allah).” (QS. Faathir; 29-30)

Dari ayat ini orang iman mengamalkan amaliah yang dikerjakan oleh lisannya yaitu mau membaca Al-Qur’an kemudian yang kedua mau ibadah yang dikerjakan oleh anggota tubuhnya, yaitu dengan mau sholat, juga mau beribadah yang berupa mengeluarkan sebagian harta bendanya. ”mereka mau mengeluarkan sebagian harta yang telah diberikan Allah” baik kepada fakir miskin kepada yatim piatu ke Masjid, ke Mushola, ke Madrasah, ke Majelis Ta’lim atau yang lain, yang penting untuk urusan kebenaran, untuk urusan kebaikan untuk kemaslahatan umat. Maka Allah memberikan jaminan ”mereka akan mendapat suatu dagangan yang tidak akan rusak yaitu Surga”. (QS. Faathir; 30)

Para pemirsa LDII Tv yang kami hormati, kadang-kadang orang bertanya ”kenapa saya harus membaca Al-Qur’an, saya tidak tahu apa itu maknanya, apa itu artinya? Yang terkandung dalam lafal-lafal Al-Qur’an”

Para hadirin yang berbahagia, dalam hadis riwayat Bukhori Rasulullah saw telah bersabda ”orang iman yang mau membaca Al-Qur’an dan mau mengamalkan isi Al-Qur’an sak pol kemampuannya maka digambarkan sebagaimana jeruk. Rasanya enak dan baunya juga enak, sehingga orang yang mau mebaca Al-Qur’an itu luar dalamnya bagus semua”

Ada sebuah cerita ada seorang kakek yang senang membaca Al-Qur’an. Tiap pagi membaca Al-Quran, habis magrib membaca Al-Quran. dia punya seorang cucu, dia (cucu) mengamati kakeknya yang  sering membaca, kemudian dia meniru kebiasaan kakeknya itu, dia berusaha membaca, tapi dia pikir kenapa saya membaca Al-Qur’an?

Kemudian apa yang dirasakan dihatinya dia sampaikan pada kakeknya ”Kakek, saya meniru kebiasaan kakek membaca Al-Quran, tapi saya pikir kenapa saya memabaca Al-Qur’an? saya tidak tahu artinya kek”.

Kakeknya bilang ” cu, coba ambli keranjang itu” kebetulan didekat kakek itu ada sebuah keranjang. ”keranjang itu coba isi batu, kemudian bawa kesungai, dan bawa lagi kesaya sekeranjang air”

Cucu itu kemudian mengerjakan perintah kakeknya, dibawalah keranjang itu kemudian dipenuhi dengan batu-batu, di bawa kesungai kemudian batu itu ditumpahkan ke sungai kemudian dia bawa air, tapi apa yang terjadi dia tidak bisa membawa air sampai penuh, karena namanya keranjang, air tumpah semuanya. Akhirnya sampai dihadapan kakeknya keranjang tidak ada airnya sama sekali.

”Kek, saya tidak bisa mengikuti apa yang diperintahkan kakek, airnya habis” kata cucu

”coba usaha lagi cu.” kata kakek

Akhirnya bawa lagi batu, sampai di sungai, bawa lagi air habis, kakeknya bilang ”kamu kurang cepat cu, coba lagi jalan yang cepat atau sambil lari”

Akhirnya cucu itu melaksanakan apa yang diperintahkan kakeknya, kembali kehadapan kakeknya secepat apapun dia lari keranjang itu tidak berisi air.

Kemudian cucu itu bilang ”kek, saya percuma mengikuti petunjuk dari kakek. Tidak bisa secepat apapun saya lari, saya tidak bisa membawa sekeranjang air.” Akhirnya cucu itu bilang ”dah kek ini saya kasih timba” kakeknya bilang ”saya minta kekamu membawa sekeranjang air, bukan setimba air.”

Akhirnya cucu itu menyerah ” sudah kek saya nggak bisa”.

Kemudian kakeknya bilang ”coba tengok keranjang yang kamu bawa, apa yang terjadi pada keranjang itu?”

Ternyata keranjang itu bersih, tadinya keranjang itu kotor, sebelum dipakai untuk ngangkat batu dicelupkan kesungai dibawa lagi itu tadinya kotor, begitu angkat batu dicelupkan kesuangai bawa lagi ternyata keranjang itu jadi bersih.

Maka kakeknya naseha ”Itulah gambaran orang yang hobi baca Al-Qur’an cu” orang yang mau membaca Al-Qur’an maka lahiriahnya dia akan bersih batinya akan bersih digambarkan seperti itu tadi.

Ini memperkuat apa yang disabdakan oleh Rasulullah saw bahwa orang iman yang mau membaca Al-Qur’an maka baunya enak rasanya juga enak. Lahirnya enak batinnya juga enak. Rasulullah juga memberi jaminan orang yang membaca aL-Qur’an satu huruf di beri kebaikan 10 kebaikan. ”saya tidak bilang ”alif lam mim” satu huruf tetapi ’alif’ satu huruf ’mim’ satu huruf dan ’lam’ satu huruf dengan demikian membaca alif lam mim mendapat tiga kebaikan dilipatkan 10 kali lipat sehingga mendapatkan 30 kebaikan.” (HR. Tirmidzi)

Masak kita hanya membaca Alif lam mim, setelah itu Shodaqollahu huladzim, betapa pelitnya orang itu didalam membaca Al-Qur’an.

Untuk itu saya mengajak pada para pemirsa LDII tv untuk senang membaca Al-Qur’an, karena walaupun kita tidak tahu artinya maka Al-Qur’an akan memberikan manfaat bagi kita semua.

Demikian uraian dari kami semoga ada manfaat untu kita semua dan kita bertambah hobi membaca Al-Qur’an apalagi dalam bulan Ramdhan ini.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s