DATANG TIDAK DIUNDANG PULANG DIANTAR

Oleh : Ir. H. Tito Irawan

Buat kita yang beriman pada Allah, tentu mengetahui wajibnya mendatangi sebuah undangan, bahkan kalau tanpa alasan akan menjadi dosa.karena orang yang sudah mengundang pasti sudah menyeleksi orang yang akan diundangnya, ternyata orang yang diseleksinya tidak datang tanpa alasan yang jelas.

Bahkan orang yang mengalami masa remaja tahun 70an, sering dapat undangan ulang tahun karton bergambar, yang diberi tambahan “Tiada kesan tanpa kehadiranmu” adalah kalimat popular di kalangan anak-anak waktu itu. Atau saat remaja bertuliskan “I Hope You will Come to my Birthday Party”.

Entah sejak kapan kalimat ini ada dan siapa pula yang pertama kali menggunakannya di kartu undangan, tapi yang pasti sejak kecil saya hapal betul dengan kalimat ini. Bukan karena saya sering mengundang teman-teman pada hari ulang tahun saya, justru karena terlalu sering mendapat kartu undangan semacam itu.

 Terus terang, saya sejak kecil tidak pernah merayakan ulang tahun, karena orang tua saya sangatlah sederhana dan tidak punya uang lebih untuk merayakan ulang tahun semacam itu, bahkan saya sering tidak datang kalau diundang, bukan karena tidak ingin datang, tapi tidak punya hadiah untuk dibawa, karena ibu saya tidak ada uang lebih untuk membelinya, kalaupun ibu ada sedikit rezeki, kado paling bagus untuk sahabat adalah kotak sabun mandi seharga kurang dari lima ratus rupiah kala itu. Selebihnya, saya memilih tidak hadir karena malu tak mampu membawa kado. Rasa malu dan merasa tak menghargai undangan membuat saya beberapa hari menghindar bertemu. Lebih malu lagi kalau ada yang bertanya, “kapan ulang tahun lo sich? Kok gak pernah dirayain?”

Tapi ada yang membuat saya lebih sedih dari rasa sedih tidak bisa menghadiri undangan ulang tahun sahabat-sahabat di masa lalu, yaitu ketika belum lama ini ada seorang sahabat yang meninggal dunia dan saya tidak hadir pada “hari istimewanya” itu, karena saya sedang di luar kota, dan baru tahu sudah terlambat. Memang rasanya  tidak akan ada orang yang  membuat dan menyebar kartu undangan untuk hari yang satu ini,.

Kita sering mengalami, sahabat satu persatu pergi meninggalkan kenikmatan dunia ini, mengurangi lingkaran persahabatan yang makin mengecil. Kesan mendalam dan tangis di dalam hati tak terkira saat melihat wajah teduhnya, mata terpejam yang tak pernah terbuka lagi, serta tubuhnya yang terbujur kaku. Satu sahabat pergi, yang lain menanti untuk menyusul ke tujuan akhir yang sama. Satu hal yang bisa dipastikan setiap kali sahabat-sahabat itu pergi, tak satupun yang pernah terlebih dulu memberi tahu dan mengundang sahabat lain agar menghadiri hari terakhirnya itu, apalagi dengan embel embel “Tiada kesan tanpa kehadiranmu”. Karena kematian itu mirip Jaelangkung yang “Datang tak diundang”, tapi bedanya adalah, kalau jaelangkung pulangnya tak diantar, tapi kepulangan kita menghadapNya, Insya Allah akan diantar oleh keluarga dan kerabat serta sahabat, itupun kalau kita masih di ingat, dan merasa kehilangan dengan kepergian kita.

 Rasanya kita tentu akan sangat bahagia sekali memiliki sahabat-sahabat yang tidak hanya hadir pada acara bahagia, namun hadir pula di hari kita hendak berhadapan dengan Allah untuk mempertanggungjawabkan setiap detik perjalanan hidup kita di dunia.Kalaulah kita masih punya rasa bahagia, tentu kita akan bahagia sekali mengetahui sahabat-sahabat hadir di hari itu meski tak menerima undangan sebelumnya.

Barisan jamaah yang menyolati semakin banyak tentu membuat kita semakin tegar menghadapi putusan Allah kelak, iring-iringan kaki yang melangkah  menemani hingga ke tepi kubur akan sedikit mengurangi rasa takut bertemu malaikat di dalam kubur. Dan doa dari orang-orang tercinta, semoga memperlancar jalan bertatap wajah dengan Allah sebagai bagian dari kenikmatan orang-orang yang masuk surga. Selamat jalan Sahabat.. Semoga kita termasuk orang yang tidak dilupakan sahabat dan kerabat saat kita menghadapNya nanti.Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s