Berpegang Kepada Al-Qur’an dan As-Sunah

image

Kultum oleh: KH. Hafiluddin

Pemirsa LDII Tv yang di mulyakan oleh Allah pada kesempatan ini saya akan mengajak kembali pada pemirsa untuk mengingat dan memahami betapa pentingnya mengikuti Alquran dan As-Sunah.

Sebelum kami sampaikan lebih lanjut kita ingat kembali cerita nabi Adam AS beliau diturunkan oleh Allah kebumi berserta istrinya ibu Hawa, setelah beliau melanggar larangan dari Allah.

Namun Allah memberikan solusi, jalan keluar bagaimana agar bisa kembali kedalam Surga Allah, dalam Surat Al-Baqarah ayat 38: ”Turunlah kalian semua kebumi dan setalah kebumi nanti jika hidayahku datang pada kalian maka barang siapa yang mengikuti hidayahku maka tidak ada hawatir dan tidak ada susah baginya”.

Artinya orang yang mau mengikuti hidayah, mengikuti petunjuk dari Allah maka dia bisa kembali ke Surga Allah, kembali menikmati kenikmatan yang abadi di Surga.

Para pemirsa LDII Tv yang dirohmati Allah. Dari ayat tersebut menunjukkan bahwa kita diwajibkan oleh Allah untuk mengikuti petunjukNya. Pada zaman Nabi-Nabi sebelum Nabi Muhammad SAW, hidayah dilewatkan pada Nabi-Nabi sebelum nabi Muhammad SAW, di rupakan wahyu, dirupakan Kitab termasuk kitab Zabur, kitab Taurat dan kitab Injil.

Dan pada saat terutusnya Rasulullah SAW maka yang dimaksud mengikuti hidayah Allah adalah mengikuti Al-Qur’an dan As-Sunah. Dengan kita mengikuti Al-Qur’an dan As-Sunah. Al-Qur’an yang terdiri dari 30 juz, dan As-Sunah yang merupakan tuntunan dari Rasulullah SAW kalau kita mau mengikutinya maka dijamin wajib kita bisa kembali kedalam Surga Allah.

Rasulullah SAW juga pernah bersabda: ”Telah aku tinggalkan dikalangan kalian 2 perkara, kalian tidak akan tersesat selagi berpegang teguh  2 perkara tersebut yaitu Al-Qur’an dan As-Sunah”.

Yang dimaksud Sunah di sini bukan berarti kalau kita kerjakan kita mendapat pahala dan kalau kita tinggalkan kita tidak berdosa, bukan itu yang dimaksud sunah. Yang dimaksud sunah adalah tuntunan atau petunjuk dari Rasulullah SAW, cara ibadah yang benar.

Kalau kita sudah mengikuti petunjuk dari Allah yang sudah tercantum dalam Al-Qur’an maupun petunjuk dari Rasulullah SAW maka dijamin benarnya.

Menurut  kesimpulan para ulama, kita dituntut ibadah kepada Allah supaya di terima oleh Allah itu ada 2 syarat :

  • Yang pertama adalah Ittibaus Sunah (mengikuti sunah) artinya mengikuti petunjuk dari Allah Rasul mengkuti Al-Qur’an dan Al-Hadis.
  • Yang kedua adalah Al-Ikhlas (murni karena Allah) semata-mata mengharap ridho Allah tidak cukup hanya mengikuti Al-Qur’an dan As-Sunah saja, tapi harus disempurnakan dengan Al-Ikhlas, murni mengharap ridho Allah dan rahmat Allah. Barulah ibadah dan amalan kita diterima oleh Allah.

Apa artinya ibadah benar tapi niatnya salah, atau niatnya benar tapi ibadahnya salah, itu semua tidak diterima oleh Allah. Harus dua-duanya syarat terpenuhi yaitu: mengikuti sunah, dan al-ikhlas. Dengan demikian kalau kita sudah memiliki 2 ini maka amalan kita, ibadah kita akan diterima oleh Allah.

Para pemirsa LDII Tv yang dimulyakan oleh Allah. Setelah kita faham harus mengikuti 2 syarat ini maka selanjutnya kita harus upaya bagaimana benar-benar mengikuti sunah itu yaitu harus dengan mencarinya, menggali dari Al-Qur’an dan Al-Hadis lewat guru-guru kita, lewat ustadz-ustadzah kita tidak cukup dengan otodidak, kita beli kitab kemudian baca sendiri, pelajari sendiri itu tidak cukup. Harus berguru, harus ada bimbingan dari guru, sehingga tidak multi tafsir, tidak berbeda kefahaman, salah dalam memahami ayat maupun hadis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s