Seputar Masjid LDII

Isu: Masjid LDII dimasuki orang lain, dicuci?

Berikut ini adalah beberapa isu negatif yang berkembang di masyarakat tentang LDII, entah siapa yang memulai menghembuskan isu negatif tsb.

Benarkah masjid LDII jika dimasuki orang lain, kemudian lantainya dicuci?

Tidak Benar. Jika isu itu benar, logikanya adalah daripada harus membersihkan lantai setelah dimasuki seseorang yang bukan warga LDII, tentunya lebih baik LDII melarang siapa saja yang bukan warga LDII untuk masuk ke masjid LDII tersebut, sebab alangkah susahnya jika setiap dimasuki orang selain warga LDII kemudian harus mencuci lantai.

Kenyataannya tidak demikian. LDII tidak melarang siapa saja yang bukan warga LDII untuk masuk ke masjid LDII dan LDII tidak mencuci lantai masjidnya yang dimasuki bukan warga LDII. 

Banyak sekali masjid LDII yang terletak di pinggir jalan besar bebas dimasuki oleh siapa saja, baik untuk sekedar sholat maupun untuk mengikuti sholat Jum’at.

Benarkah Warga LDII tidak mau Sholat di Masjid Lain?

Tidak benar. Warga LDII selalu berusaha tertib dalam menetapi sholat lima waktu, dalam rangka menetapi firman Allah: ”Jagalah waktu-waktu sholat dan sholat yang tengah (Asar)”.  Untuk menetapi kewajiban sholat lima waktu tersebut, warga LDII dapat melaksanakan ibadah sholat di masjid, di musholla, atau di tempat ibadah lainnya. Adapun jika di lokasi terdekat ada masjid LDII, tentunya wajar saja jika warga LDII tersebut lebih memilih pergi ke masjid LDII. Hal tersebut semata-mata disebabkan karena di masjid LDII tersebut dapat diperoleh informasi-informasi mengenai kegiatan organisasi, sekaligus silaturohim dan menambah ilmu.

Mengapa warga LDII dalam melaksanakan aktivitasnya terkesan eksklusif?

Kesan eksklusif itu sebetulnya tidak benar. Buktinya banyak warga LDII yang menjadi tokoh masyarakat, ketua RT, ketua RW, dan lain-lain. Hanya karena aktivitas pengajian di LDII sangat tinggi, menyebabkan kesempatan pergaulan di masyarakat   menjadi   berkurang.  Dalam hal ini DPP LDII sudah memberikan pedoman kepada seluruh warganya agar tetap menjaga tali silaturohim dengan masyarakat sekitarnya, termasuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh RT/RW setempat.

Benarkah warga LDII bila berjabat tangan dengan orang lain kemudian tangannya dicuci?

Tidak benar. Jika isu tersebut benar, alangkah sulitnya menjadi warga LDII karena harus mencuci tangan setiap habis berjabat tangan atau bersentuhan dengan orang yang bukan warga LDII. Kenyataannya banyak warga LDII yang merupakan kaum terpelajar dan para profesional yang setiap saat bergaul dengan banyak orang dari berbagai kalangan, serta tetap mengikuti etiket dalam pergaulan.

5 responses to “Seputar Masjid LDII

  1. alhamdulillah
    warga LDII selalu menjaga silturahmi dengan semua orang
    mugo2 allah paring barokah
    amin

  2. Ping-balik: Seputar Masjid LDII | jamsemud

  3. Ping-balik: jokamsidosermo

  4. Ping-balik: Seputar Masjid LDII | LDII Surabaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s